Pajak Pertambahan Nilai Atas Kegiatan Membangun Sendiri

Kegiatan Membangun Sendiri baik di UU PPN yang lama maupun yang baru tetap terutang PPN. Aturan terbaru mengenai Kegiatan Membangun Sendiri terdapat dalam Peraturan Menteri Keuangan Nomor 39/PMK.03/2010 tentang Batasan Dan Tata Cara Pengenaan Pajak Pertambahan Nilai Atas Kegiatan Membangun Sendiri, yang terbit tanggal 22 Februari 2010. Berikut akan disampaikan hal-hal yang diatur dalam PMK Nomor 39/PMK.03/2010.


Objek PPN

  • Kegiatan membangun sendiri terutang Pajak Pertambahan Nilai.
  • Dasar Pengenaan Pajak adalah jumlah Harga Jual, Penggantian, Nilai Impor, Nilai Ekspor, atau nilai lain yang dipakai sebagai dasar untuk menghitung pajak yang terutang.
  • Kegiatan membangun sendiri  adalah kegiatan membangun bangunan yang dilakukan tidak dalam kegiatan usaha atau pekerjaan oleh orang pribadi atau badan yang hasilnya digunakan sendiri atau digunakan pihak lain.


Subjek PPN

  • Pajak Pertambahan Nilai  terutang bagi orang pribadi atau badan yang melakukan kegiatan membangun sendiri.


Kriteria Kegiatan Membangun Sendiri

Bangunan sebagaimana dimaksud di atas berupa satu atau lebih konstruksi teknik yang ditanam atau dilekatkan secara tetap pada satu kesatuan tanah dan/atau perairan dengan kriteria:

  1. konstruksi utamanya terdiri dari kayu, beton, pasangan batu bata atau bahan sejenis, dan/atau baja;
  2. diperuntukkan bagi tempat tinggal atau tempat kegiatan usaha; dan
  3. luas keseluruhan paling sedikit 300 m2 (tiga ratus meter persegi).


Besar Pajak Pertambahan Nilai Terutang

  • Pajak Pertambahan Nilai terutang dihitung dengan cara mengalikan tarif 10% (sepuluh persen) dengan Dasar Pengenaan Pajak.
  • Dasar Pengenaan Pajak  adalah 40% (empat puluh persen) dari jumlah biaya yang dikeluarkan dan/atau yang dibayarkan untuk membangun bangunan, tidak termasuk harga perolehan tanah.


Saat PPN Terutang

  • Saat terutangnya Pajak Pertambahan Nilai atas kegiatan membangun sendiri terjadi pada saat mulai dibangunnya bangunan.
  • Kegiatan membangun sendiri yang dilakukan secara bertahap dianggap merupakan satu kesatuan kegiatan sepanjang tenggang waktu antara tahapan-tahapan tersebut tidak lebih dari 2 (dua) tahun.
  • Tempat Pajak Pertambahan Nilai terutang atas kegiatan membangun sendiri adalah di tempat bangunan tersebut didirikan.


Saat Pembayaran PPN

  • Pembayaran Pajak Pertambahan Nilai terutang dilakukan setiap bulan sebesar 10% (sepuluh persen) dikalikan dengan 40% (empat puluh persen) dikalikan dengan jumlah biaya yang dikeluarkan dan/atau yang dibayarkan pada setiap bulannya.
  • Pajak Pertambahan Nilai terutang wajib disetor ke Kas Negara melalui Kantor Pos atau Bank Persepsi paling lama tanggal 15 bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak.
  • Orang pribadi atau badan yang melakukan kegiatan membangun sendiri wajib melaporkan penyetoran  kepada Kantor Pelayanan Pajak yang wilayahnya meliputi tempat bangunan tersebut dengan mempergunakan lembar ketiga Surat Setoran Pajak paling lama akhir bulan berikutnya setelah berakhirnya masa pajak.


Pajak Masukan atas Kegiatan Membangun Sendiri

Pajak Masukan yang dibayar sehubungan dengan kegiatan membangun sendiri tidak dapat dikreditkan.

2 Comments to “Pajak Pertambahan Nilai Atas Kegiatan Membangun Sendiri”

  • yannyana says:

    kalo saya membangun rumah dengan luas 350m, material saya beli sendiri, dan pekerjaannya dilakukan oleh satu CV yang ber NPWP dan PKP, maka kwajiban PPN saya apa ya pak? trus kewajiban PPN untuk CV pelaksana nya gimana?
    Mohon pencerahan.

  • made oka says:

    tanya nih pak… Gmn cara ngitung luas bangunannya untuk dikenakan PPN?. apakah perkerasan halaman juga dihitung sebagai luas bangunan.

  • Leave a Reply for “Pajak Pertambahan Nilai Atas Kegiatan Membangun Sendiri”

    XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

    Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.