Latihan Perhitungan PBB & BPHTB
LATIHAN SOAL PBB
- tipe 21 (200 unit)
- tipe 36 (100 unit)
- tipe 48 (50 unit)
Luas Bangunan Hunian = 10.200 M2
Jawab:
| NJOP Tanah | 7.000 | X | 394.000 | = | 2.758.000.000 |
| NJOP Bangunan | |||||
| - Hunian | 10.200 | X | 365.000 | = | 3.723.000.000 |
| - Bersama | 1.800 | X | 365.000 | = | 657.000.000 |
| - Sarana | 2.000 | X | 365.000 | = | 730.000.000 |
| Jumlah NJOP Bangunan | 5.110.000.000 | ||||
|
PBB Tipe 21 |
|||||
| NJOP Tanah | 21/ 10.200 | x | 2.758.000.000 | 5.678.235 | |
| NJOP Bangunan | 21/ 10.200 | x | 5.110.000.000 | 10.520.588 | |
| NJOP Dasar Pengenaan PBB | 16.198.824 | ||||
| NJOPTKP | 12.000.000 | ||||
| NJOP untuk Penghitungan PBB | 4.198.824 | ||||
| NJKP | 20% | X | 4.198.824 | 839.765 | |
| PBB terutang | 0,50% | X | 839.765 | 4.199 | |
|
PBB Tipe 36 |
|||||
| NJOP Tanah | 36/ 10.200 | x | 2.758.000.000 | 9.734.118 | |
| NJOP Bangunan | 36/ 10.200 | x | 5.110.000.000 | 18.035.294 | |
| NJOP Dasar Pengenaan PBB | 27.769.412 | ||||
| NJOPTKP | 12.000.000 | ||||
| NJOP untuk Penghitungan PBB | 15.769.412 | ||||
| NJKP | 20% | X | 15.769.412 | 3.153.882 | |
| PBB terutang | 0,50% | X | 3.153.882 | 15.769 | |
|
PBB Tipe 48 |
|||||
| NJOP Tanah | 48/ 10.200 | x | 2.758.000.000 | 12.978.824 | |
| NJOP Bangunan | 48/ 10.200 | x | 5.110.000.000 | 24.047.059 | |
| NJOP Dasar Pengenaan PBB | 37.025.882 | ||||
| NJOPTKP | 12.000.000 | ||||
| NJOP untuk Penghitungan PBB | 25.025.882 | ||||
| NJKP | 20% | X | 25.025.882 | 5.005.176 | |
| PBB terutang | 0,50% | X | 5.005.176 | 25.026 | |
LATIHAN SOAL BPHTB
SOAL 1
Pada tanggal 1 Maret 2008, Bapak Gideon membeli sebuah rumah seluas 200 M2 yang berada diatas sebidang tanah hak milik seluas 500 M2 di Kota Bogor dengan harga perolehan sebesar Rp500.000.000,. Berdasarkan data SPPT PBB atas objek tersebut ternyata NJOPnya sebesar Rp.600.000.000,- (tanah dan bangunan). Bila NPOPTKP ditentukan sebesar Rp50.000.000,- maka berapa BPHTB yang harus dipenuhi oleh Bapak Gideon?
Jawab: NPOP = Rp 600.000.000 NPOPTKP = Rp 50.000.000 NPOPKP = Rp 550.000.000 Tarif 5% BPHTB = Rp 27.500.000 2.
SOAL 2
Seorang cucu menerima hibah wasiat dari kakeknya sebidang tanah seluas 300 M2 dengan nilai pasar pada waktu pendaftaran hak sebesar Rp300 juta. Terhadap tanah tersebut telah diterbitkan SPPT PBB pada tahun pendaftaran hak dengan NJOP sebesar Rp250 juta. Apabila NPOPTKP pada daerah tersebut ditentukan sebesar Rp50 juta maka hitunglah BPHTB yang terutang?
Jawab: NPOP = Rp 300.000.000 NPOPTKP = Rp 50.000.000 NPOPKP = Rp 250.000.000 Tarif 50% x 5% BPHTB = Rp 6.250.000
SOAL 3
Sebuah perusahaan negara milik daerah ( BUMD Perpakiran ) menerima hak pengelolaan dari pemerintah sebidang tanah dan sebuah gedung untuk parkir dengan nilai pasar pada waktu penerbitan hak sebesar Rp1 milyar. Terhadap tanah dan bangunan tersebut telah diterbitkan SPPT PBB dengan NJOP sebesar Rp1,25 milyar. Apabila NPOPTKP atas daerah tersebut ditetapkan sebesar Rp50 juta maka hitunglah besarnya BPHTB yang harus dibayar oleh BUMD Perpakiran tersebut?
Jawab:
NPOP = Rp 1.250.000.000 NPOPTKP = Rp 50.000.000 NPOPKP = Rp 1.200.000.000 Tarif 50% x 5% BPHTB = Rp 30.000.000
SOAL 4
Bapak Krosbin Simatupang membeli sebidang tanah di Surabaya pada tanggal 5 Januari 2003 dengan harga perolehan menurut PPAT sebesar Rp.300.000.000,- dan BPHTBnya telah dibayar lunas pada tanggal tersebut. Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan oleh Kantor Pelayanan PBB Surabaya Satu pada tanggal 7 Pebruari 2003, ternyata NJOP PBB atas tanah tersebut adalah sebesar Rp.350.000.000,- Pada tanggal 1 Maret 2003 diperoleh data baru (novum), ternyata transaksi yang benar atas tanah tersebut adalah sebesar Rp400.000.000,- Atas temuan-temuan tersebut diatas Kepala Kantor Pelayanan PBB Surabaya Satu telah menerbitkan SKBKB pada tanggal 7 Pebruari 2003 dan SKBKBT pada tanggal 1 Maret 2003. Berapa BPHTB yang harus dibayar oleh Bapak Krosbin Simatupang tersebut berdasarkan SKBKB dan SKBKBT yang diterbitkan oleh Kepala Kantor Pelayanan PBB tersebut bila NPOPTKP ditentukan sebesar Rp50.000.000,- ?
Jawab :
- BPHTB yang telah dibayar pada tanggal 5 Januari 2003 adalah: 5% x (300.000.000 – 50.000.000) = Rp12.500.000,
- BPHTB yang seharusnya terutang pada tanggal 7 Pebruari 2003 : 5% x (350.000.000 – 50.000.000) = Rp15.000.000,-
- BPHTB yang telah dibayar = Rp12.500.000,-
- BPHTB kurang bayar = Rp 2.500.000,-
- Denda : 2 x 2% x Rp2.500.000,- = Rp 100.000,- SKBKB = Rp 2.600.000,- 3. BPHTB yang seharusnya terutang pada tanggal 1 Maret 2003 : 5% x (400.000.000 – 50.000.000) = Rp17.500.000,-
- BPHTB yang telah dibayar = Rp15.000.000,-
- BPHTB kurang bayar = Rp 2.500.000,-
- Sanksi administrasi ( 100% ) = Rp 2.500.000,- SKBKBT = Rp 5.000.000,-


Met…malam.
berapa persen ya PPh dikenakan jika jual beli 125jt, BPHTB udah di bayar tp PPh belum apakah layak di daftar peralihannya? mohon dasar hukum PPh dikenakan untuk peralihan hak, untuk transaksi jual beli.. jika tanah di beli pemerintah daerah dikenai PPh atau tidak..makasih
Kenapa pada soal Nomor 3 harus ada tarif 50%, dasarnya apa pak?? Mohon penjelasan.
Tolong pak dikirim saya soal latihan dan pembahasan PBB
maaf pak,yang perhitungan PBB rumah susun (soal 1) pembagi untuk menentukan NJOP tanah bukannya luas tanah yaitu sebesar 7000?
mohon maaf apabila saya salah..
terimakasih
dipa samudra
Pak Maaf Sebelumnya, saya mau nanya…
kalau PBB itu dikenakan untuk pihak penjual atau pembeli?
terima kasih…
Mohon maaf sebelumnya Pak, nama saya Akbar, saya mau minta tolong seputar BPHTB.
Pada 1,5 bulan yang lalu, tanah warisan dari ibu saya ada yang menawar dengan nominal 99 juta, krena belum ada uangnya, pihak pembeli membayar angsuran I dengan uang sejumlah 50 jt dengan perjanjian akan melunasi angsurannya 2 bulan kemudian. Namun, baru satu bulan, pihak pembeli melunasi angsurannya sejumlah 49 jt. Setelah dilunasi kami baru menyadari bahwa ternyata ada pajak bagi pembeli dan penjual sebesar 5 % menurut BPHTB. Apakah betul seperti itu adanya, dan bila mana betul apakah kami sebagai pihak penjual juga terkena pajak 5 % tersebut, karena transaksi pembayarannya tidak sekaligus, melainkan diangsur.
Mohon sekali penjelasannya,
Terimakasih,
M. Akbar Santosa
Menurt saya anda harus membayar pajak penjualan sebesar 5% karena itu adalah prosedur dalam penjualan tanah yang diatas 60 jta walaupun pembayarannya di angsur
Yth. Bpk. Muhammad Akbar Santosa,
Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan(BPHTB) itu dibayar apabila terjadi PEMINDAHAN HAK atas tanah dan atau bangunan.
Jadi, apabila Anda menjual tanah warisan tersebut kepada seseorang yang ingin membelinya, maka Anda tidak diwajibkan untuk membayar BPHTB tanah Anda karena sudah terjadinya transaksi atau jual-beli.
cara menghitung BPHTB Tanah/Bangunan warisan:
Khususnya Tanah/Bangunan yang karena waris atau hibah wasiat yang diterima Orang Pribadi(OP) yg masih dlm hubungan keluarga sedarah dalam garis keturunan lurus satu derajat keatas atau kebawah dengan pemberi hibah wasiat(termasuk suami/istri), NPOPTKP paling banyak adalah Rp 300,000,000. Namun, NPOPTKP Tanah/Bangunan yang diwariskan itu berbeda-beda tarifnya, tergantung tempat(Kabupaten/Kota dsb) atau beradanya Tanah/Bangunan itu berada. Untuk lainnya Rp 60,000,000.
Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP)
(NPOP – NPOPTKP) x 5% = BPHTB
Dlama kasusu Bapak, yang diwajibkan untuk membayar BPTHB adalah si pembeli karena terjadinya pemindahan hak atas tanah tersebut dari jual-beli.
Sekian dari saya. Semoga ini membantu Anda.